Skip to main content

Posts

TERIMA KASIH LEGENDA

Nama itu berulang kali disebut, sayup-sayup namanya kian bergema ketika ia menggiring bola, terlebih ketika sang kulit bundar melambung ke udara yang dituju pasti kepalanya, seketika ia akan mengeluarkan sundulan maut andalannya, hingga lawan pun hanya terpana begitu melihatnya. Semua itu hanya ada pada satu nama, Bambang Pamungkas. Nama yang begitu melekat dikepala, bahkan dihati setiap pecinta sepak bola Indonesia. Selalu ada kesan tersendiri ketika mendengar namanya, membawa kenangan pada suatu masa dimana ada mimpi-mimpi besar disana. Karena begitulah jiwa seorang legenda. Bambang Pamungkas, satu nama dan satu idola dalam sepak bola Indonesia. Siapapun akan setuju mengapa banyak anak Indonesia bercita-cita menjadi pesepak bola, satu alasan terbesar pasti karenanya. Entah apa yang dimiliki, dia begitu dicinta dan begitu menginspirasi siapapun, baik tua maupun muda ketika melihatnya selalu ada hasrat untuk segera turun kelapangan dan bermain bola. Meniru apa yang d...

Ketika Tulisan menjadi Alasan Atas Keresahan Si Kulit Bundar

Menjadi apa yang kita impikan selalu menyenangkan. Mampu merealisasikan secara sadar semua yang ada di alam impian dalam dunia nyata adalah kebahagiaan. Sama halnya dengan bermain sepakbola dan menjadi pesepakbola. Mimpi sejuta umat di dunia. Bermain sepakbola adalah kesenanganku sejak kecil. Memainkan bola di halaman rumah menjadi rutinitas yang tak pernah terlewatkan kala itu, kala semua begitu menyenangkan. Begitu indah betapa bahagianya menendang bola plastik yang aku beli dengan sisa uang jajan sekolah. Memainkannya dengan teman atau sebatas bersama tembok rumah yang setelahnya penuh dengan tempelan kotor bercap bola. Atau bahkan menghabiskan waktu sore hari hingga larut senja. Menunggu lantunan adzan maghrib Mbah Misban yang kami sepakati itu adalah sebagai alat penanda berakhirnya waktu pertandingan. Bak peluit panjang dibunyikan, sesuai kesepakatan ketika adzan berkumandang kami semua lantas bergegas pulang, menghindari omel emak dirumah, diiringi lan...

Lika-liku Indonesia Kembali ke Jalur Piala Dunia

Setelah terakhir kali pada tahun 2014, sepakbola Indonesia kembali merasakan atmosfer Piala Dunia tahun ini. Fase kualifikasi menjadi ujian pertama Evan Dimas cs untuk membuktikan kelayakannya menuju panggung Piala Dunia 2022. Piala Dunia seolah kembali menjadi hal baru bagi sepakbola Indonesia. Pada perhelatan Piala Dunia 2018 Indonesia absen, atau lebih tepatnya dilarang keikutsertaanya dalam persaingan kualifikasi zona Asia. Terakhir kali pada 2014, Indonesia masih mampu merasakan atmosfer Piala Dunia, setidaknya hanya untuk level kualifikasi dan sebatas meramaikan peta persaingan.  Konflik dualisme kekuasaan membuat prestasi Indonesia sedikit menurun. Walaupun memang pada kenyataanya belum ada prestasi yang dibanggakan. Sanksi FIFA menjadi alasan terbesar mengapa sepakbola kita menjadi terhambat eksistensinya kala itu. Namun, justru hal tersebut berbanding terbalik kala 2016. Setelah sanksi FIFA dicabut. Timnas Indonesia kembali berpartisipasi dalam Piala AFF ...

Aku dan Sepakbola

Sore yang gabut membuatku sedikit untuk merenung apa yang lebih baik dilakukan ketimbang rebahan. Memikirkan hal yang tak pasti malah membuat hati ini semakin ra nggenah. Aku memutuskan untuk menulis, apa saja, semua yang ada diotak berusaha aku rangkai menjadi kata-kata dan cerita. Satu topik yang tiba-tiba muncul adalah sepakbola, jadi ya seperti inilah ceritaku. Sejak kecil aku besar dan tumbuh dengan bermain sepakbola. Entah siapa yang mengenalkanku pada sepakbola waktu itu, aku tak ingat pasti. Ingatanku hanya pada saat Ayahku membelikanku jersey AS Roma bertuliskan TOTTI dan lengkap dengan nomor punggung 10 nya. Sayangnya baju tersebut sekarang sudah entah kemana, namun kenangan manis dari jersey tersebut akan tetap tersimpan di hati. Saat itu umurku sekitar 7 tahun, bola yang aku beli pertama kali adalah bola plastic bermerek Dua Kelinci. Merek yang sangat melegenda saat itu, gak tahu sekarang di warung masih ada yang jual merek itu apa engga. Siapapun yang...

UEFA Champions League: Liverpool Juara Liga Champions 2018/2019

Liverpool memastikan diri sebagai juara Liga Champions musim 2018/2019 setelah mengalahkan Tottenham Hotapurs dengan skor 2-0. Kemenangan ini sekaligus menambah koleksi piala Liga Champions Liverpool untuk yang keenam kalinya di ajang ini. ISFootbal – Partai final Liga Champions digelar di stadion Wanda Metropolitano markas dari tim Atletico Madrid. Final kali ini mempertemukan tim yang sama-sama berasal dari Liga Inggris yaitu Tottenham Hotspurs dan Liverpool. Untuk Liverpool ini adalah kali kedua dalam dua tahun terakhir mampu mencapai babak final. Pada final sebelumnya musim 2017/2018 Liverpool takluk dari raksasa Spanyol Real Madrid yang kala itu berhasil mempertahankan trophy Liga Champions untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Khusus untuk Tottenham tahun ini adalah tahun yang sangat luar biasa. Mengawali awal musim ini dengan tidak belanja pemain satupun, ditambah pada awal musim hingga menjelang akhir musim harus melakukan pertandingan kandang tidak di st...

Depalan Tim Lolos ke Babak Depalan Besar Piala Presiden

ISFootball - Piala presiden 2019 telah menyelesaikan fase grup. Delapan tim terbaik berhak lolos ke fase gugur. Tidak ada Persib Bandung, justru kuda hitam Kalteng Putra mampu menunjukan kelasnya.

Hasil Undian Liga Champions Eropa

Liga Champions Eropa memasuki fase perempat final. Delapan tim terbaik berjuang untuk mendapatkan empat tiket ke semifinal. Siapa yang akan beruntung ? Akankah ada drama besar  yang  akan terjadi. Musim 2018/2019 tak terasa sudah memasuk fase-fase akhir. Liga-liga top eropa semakin ketat persaingannya untuk merebutkan piala akhir musim. Selain itu, ada juga liga  yang  sudah memiliki kandidat juara terkuat bahkan diprediksi jauh sebelum liga berakhir tim tersebut sudah bisa mengangkat piala. Berbeda dengan liga-liga top eropa, Liga Champions Eropa yg notabenenya menjadi satu ajang pembuktian siapa  yang  terbaik di Eropa menjadikannya Liga  yang  sangat ketat. Tidak dapat diprediksi secara pasti siapa yg akan menjadi juaranya. Menjadikan Liga Champions Eropa menjadi ajang  yang  sangat bergengsi. Delapan tim terbaik eropa  yang  mampu menembus babak delapan besar ialah Juventus, Barcelona, Ajax Amsterdam, Man...