Langsung ke konten utama

Depalan Tim Lolos ke Babak Depalan Besar Piala Presiden



ISFootball - Piala presiden 2019 telah menyelesaikan fase grup. Delapan tim terbaik berhak lolos ke fase gugur. Tidak ada Persib Bandung, justru kuda hitam Kalteng Putra mampu menunjukan kelasnya.

Kalteng Putra, tim promosi liga 1 2019 mengunci satu tiket terakhir untuk lolos ke babak delapan besar Piala Presiden. Kemenangan atas Persipura di laga terakhir mengantarkan tim yg bermarkas di Stadion Tuah Pahoe ini menjadi juara grup  C.

Dua dari tiga tim promosi lainnya, yaitu PSS Sleman dan Semen Padang gagal melaju ke babak selanjutnya. 

PSS Sleman yang bertindak sebagai tuan rumah grup D gagal menembus fase grup. Super Elja tak mampu melewati dua tim bertabur bintang lainnya yaitu Persija Jakarta dan Madura United.

Sedangkan Semen Padang juga gagal menjadi yang terbaik di grup B, setelah hanya Bhayangkara FC yang mampu lolos ke babak delapan besar.

Delapan tim yang mampu melaju ke babak delapan besar ialah, Persija Jakarta, Madura United, Bhayangkara FC, Arema FC, PS Tira-Persikabo, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya dan Kalteng Putra FC.

Dari delapan tim yang lolos, tidak ada tim besar lainnya seperti Persib Bandung, Bali United, dan Persipura Jayapura.

Mereka gagal dari persaingan menjadi juara grup atau runner up grup terbaik piala presiden 2019.

Perlu diketahui bahwa aturan yang berlaku di piala presiden ialah, tim yang lolos fase grup adalah lima juara dari masing-masing grup dan tiga tim runner up terbaik.



Babak fase gugur sendiri akan dilaksanakan pada 29 hingga 31 Maret 2019. 

Siapakah yang akan melaju ke babak semifinal ? Apakah ada kejutan dari tim kuda hitam ataukah tim-tim besar mampu membuktikan kelasnya ?




Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Materi PJOK Kelas 6 Persiapan ASAJ Tahun 2026

Halo anak-anak hebat siswa dan siswa SDN 1 Cepedak. Kalian sedang masuk dalam situs PJOK SDN 1 Cepedak. Materi ini di susun oleh Pak Isnan Shaffan Firdaus. Dalam situs ini kalian akan mempelajari materi PJOK untuk persiapan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang tahun 2026. Kali ini Pak Guru akan memberikan rangkuman materi yang kemungkinan akan muncul dalam soal PJOK ASAJ besok. Jadi, Pak Guru harap kalian bisa membaca dengan seksama agar bisa memahami materi yang Pak Guru berikan. Semangat anak-anak! 1. Aktivitas Gerak Dominan Senam Lantai Pola gerak dominan adalah dasar-dasar gerakan yang mendasari semua keterampilan senam lantai. Gerakan-gerakan ini menjadi pondasi bagi siswa untuk melakukan aktivitas senam yang lebih kompleks secara aman dan terkontrol. Beberapa contoh gerak dominan meliputi bertumpu, keseimbangan, berpindah, mendarat, ayunan, tolakan, dan putaran. Senam lantai adalah gerakan senam yang dilakukan di atas matras. Gerakan-gerakan ini sangat mengandalkan keseimbangan, kekuata...

Wallpaper Gratis Indonesian Football Culture 01

Kembali lagi dengan edisi wallpaper mobile phone untuk pecinta sepak bola. Edisi kali ini, ISFT mengusung tema Indonesia Football Culture, di mana seluruh wallpaper yang dibagikan terinspirasi dari tim sepak bola Indonesia. Tidak hanya tim besar yang berlaga di kasta tertinggi, namun juga ISFT menampilan wallpaper dari tim sepakbola kecil yang ada di penjuru Nusantara. Untuk edisi kali ini ada tim sepak bola kebanggaan Banjarnegara, yaitu Persibara Banjarnegara. Rencananya, pada setiap edisinya, ISFT Football Culture akan selalu menampilkan tim-tim non liga yang juga memiliki basis suporter yang loyal dan memiliki ciri khas tersendiri yang tentunya sangat menarik untuk dinikmati dan diimplementasikan melalui karya visual. Terdapat pula 5 tim kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang saat ini berlaga di Liga 1. Tim tersebut antara lain, Bali United, Borneo FC, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta. Kelima tim tersebut masing-masing tentu syarat akan buda...

Patrich Wanggai dan Perjuangan Semu Melawan Rasisme

  Pertandingan Piala Menpora antara PSM Makassar melawan Persija Jakarta (22/03/2021) meninggalkan cerita pahit tentang rasisme. Yaitu Patrich Wanggai yang menjadi korban tindakan berbau rasis melalui media sosial. Rasisme tidak akan pernah berakhir selama manusia ada di muka bumi. Seperti itulah mungkin ungkapan yang paling pas untuk berbagai kasus dan kejadian rasisme belakangan ini. Terakhir ada nama Patrich Wanggai (32), pemain sepak bola kelahiran Nabire, Papua yang menjadi satu dari sekian korban tindakan rasis di Indonesia. Tindakan rasis atau membeda-bedakan satu golongan lebih baik dari golongan lain adalah sebuah larangan yang harus dipatuhi oleh setiap insan manusia. Demi kebaikan dan kenyamanan sesama makhluk hidup yang saling membutuhkan satu sama lain, tindakan rasis seharusnya tidak ada di muka bumi ini. Sayangnya, otak manusia tidak pernah puas dengan dirinya sendiri. Kekuatan yang tidak sama dan perbedaan menjadi jurang pemisah sehingga menjadi percikan lahir...