Halo anak-anak hebat siswa dan siswa SDN 1 Cepedak. Kalian sedang masuk dalam situs PJOK SDN 1 Cepedak. Materi ini di susun oleh Pak Isnan Shaffan Firdaus. Dalam situs ini kalian akan mempelajari materi PJOK untuk persiapan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang tahun 2026. Kali ini Pak Guru akan memberikan rangkuman materi yang kemungkinan akan muncul dalam soal PJOK ASAJ besok. Jadi, Pak Guru harap kalian bisa membaca dengan seksama agar bisa memahami materi yang Pak Guru berikan. Semangat anak-anak!
1. Aktivitas Gerak Dominan Senam Lantai
Pola gerak dominan adalah dasar-dasar gerakan yang mendasari semua keterampilan senam lantai. Gerakan-gerakan ini menjadi pondasi bagi siswa untuk melakukan aktivitas senam yang lebih kompleks secara aman dan terkontrol. Beberapa contoh gerak dominan meliputi bertumpu, keseimbangan, berpindah, mendarat, ayunan, tolakan, dan putaran.
Senam lantai adalah gerakan senam yang dilakukan di atas matras. Gerakan-gerakan ini sangat mengandalkan keseimbangan, kekuatan, dan kelenturan tubuh.
- Gerakan Dasar Dominan: Meliputi bertumpu, bergantung, keseimbangan, lokomotor (berpindah tempat), tolakan, putaran, ayunan, melayang, dan mendarat.
- Contoh Gerakan: Berdiri dengan kedua tangan (handstand), guling lenting (neck spring), dan meroda.
- Guling Depan (Roll Depan): Dimulai dengan posisi jongkok atau berdiri, tangan menumpu pada matras, lalu menggulingkan badan ke depan dengan bagian belakang leher (tengkuk) menyentuh matras terlebih dahulu.
- Mengidentifikasi jenis gerak dominan dalam senam lantai.
- Menjelaskan langkah-langkah melakukan gerak dasar seperti meroda atau guling depan.
2. Aktivitas Senam Irama
Senam irama, atau sering disebut gerak berirama, adalah aktivitas senam yang dilakukan dengan iringan musik, nyanyian, atau hitungan tertentu
Manfaat senam irama secara rutin memberikan banyak dampak positif bagi tubuh, antara lain:
- Meningkatkan kelenturan: Membantu otot-otot tubuh menjadi lebih lentur dan tidak kaku saat bergerak.
- Melatih keseimbangan: Memperkuat kemampuan tubuh untuk tetap stabil dalam berbagai posisi gerak
. - Kesehatan Jantung: Gerakan yang berkelanjutan membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru (stamina)
. - Koordinasi Gerak: Melatih fokus dan keselarasan antara gerakan tangan, kaki, dan irama musik
.
Dalam senam irama, langkah kaki adalah dasar perpindahan tempat. Berikut adalah jenis-jenisnya:
- Langkah Biasa (Looppas): Gerakan melangkah ke depan secara bergantian seperti berjalan normal namun tetap mengikuti irama.
- Langkah Rapat (Bijtrekpas): Gerakan melangkah ke depan dengan satu kaki, kemudian kaki lainnya menyusul dan dirapatkan
. - Langkah Keseimbangan (Balanspas): Gerakan melangkah yang melibatkan koordinasi ke depan, ke belakang, lalu kembali rapat untuk menjaga stabilitas
. - Langkah Depan (Galoppas): Gerakan melangkah maju dengan teknik yang lebih dinamis, mirip seperti gerakan berderap
.
- Menentukan jenis gerak ayunan lengan dan langkah kaki dari gambar.
- Memahami manfaat melakukan senam irama secara rutin.
- Meningkatkan Kebugaran Jantung dan Paru-Paru: Melatih daya tahan kardiorespiratori karena melibatkan pengaturan napas yang teratur
. - Melatih Kekuatan Seluruh Otot: Gerakan di dalam air memberikan beban alami yang melatih otot tangan, kaki, hingga punggung secara bersamaan
. - Meningkatkan Fleksibilitas: Gerakan meluncur dan mengayun di air membuat sendi dan tubuh menjadi lebih lentur
. - Relaksasi dan Mengurangi Stres: Air memberikan efek tenang yang baik untuk kesehatan mental siswa
.
- Gaya Dada (Breaststroke): Sering disebut gaya katak
. - Gaya Bebas (Freestyle): Gaya tercepat dengan gerakan lengan bergantian
. - Gaya Punggung (Backstroke): Dilakukan dengan posisi badan telentang menghadap ke atas langit-langit
. - Gaya Kupu-Kupu (Butterfly): Gaya yang mengandalkan kekuatan lengan dan lecutan pinggang seperti ekor lumba-lumba
.
- Posisi Badan: Badan telungkup sejajar dengan permukaan air, pandangan mengarah ke dasar kolam
. - Gerakan Kaki: Kaki ditekuk ke arah dalam, kemudian diledakkan/ditendang melingkar ke luar hingga lurus kembali (seperti kaki katak)
. - Gerakan Tangan: Tangan ditarik ke samping dan ke bawah dada secara bersamaan, kemudian didorong kembali ke depan dengan posisi lurus
. - Pengambilan Napas: Dilakukan saat tangan menarik air ke samping; kepala diangkat ke permukaan air untuk mengambil oksigen melalui mulut
.
- Posisi Badan: Badan telungkup dengan posisi sejajar permukaan air (streamline)
. - Gerakan Kaki: Kaki digerakkan naik-turun secara bergantian (flutter kick) dengan poros gerakan pada pangkal paha
. - Pengambilan Napas: Dilakukan dengan memutar kepala ke satu sisi (kanan atau kiri) hingga mulut berada di atas permukaan air
.
- Pemanasan: Wajib dilakukan untuk mencegah kram otot di dalam air
. - Peralatan: Gunakan kacamata renang agar mata tidak iritasi, serta papan luncur atau pelampung bagi siswa yang masih dalam tahap belajar
. - Aturan Kolam: Dilarang berlarian di pinggir kolam yang licin dan selalu patuhi instruksi guru
.
- Menentukan jenis gaya renang melalui cerita atau gambar.
- Menyebutkan aturan keselamatan dan alat bantu saat berlatih renang.
- Daya Tahan Jantung dan Paru-paru (Cardiorespiratory): Dapat dilatih dengan lari jarak jauh, bersepeda, berenang, atau naik turun tangga.
- Komponen Kebugaran: Kekuatan, kelincahan, daya tahan, dan kelenturan.
- Circuit Training: Latihan yang terdiri dari beberapa pos kegiatan yang berbeda (misalnya: lari, push-up, sit-up) yang dilakukan secara berurutan.
- Lari/Jogging: Untuk meningkatkan daya tahan jantung
. - Push-up: Untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu
. - Sit-up: Untuk melatih kekuatan otot perut
. - Lompat (Jumps): Untuk melatih daya ledak otot kaki dan koordinasi
. - Naik Turun Tangga: Untuk melatih kekuatan kaki dan stamina kardiorespiratori
.
- Meningkatkan Daya Tahan Kardiorespiratori: Membantu jantung dan paru-paru bekerja lebih efisien dalam menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh
. - Meningkatkan Stamina: Tubuh menjadi lebih kuat dan tidak mudah merasa lelah saat melakukan aktivitas sehari-hari
.
- Menyebutkan bentuk latihan untuk meningkatkan daya tahan jantung.
- Memahami manfaat latihan sirkuit (circuit training) bagi tubuh.
- Rest (Istirahat): Mengistirahatkan bagian yang cedera.
- Ice (Es): Memberikan kompres dingin untuk mengurangi bengkak.
- Compression (Penekanan): Membalut bagian cedera dengan perban elastis.
- Elevation (Peninggian): Mengangkat bagian cedera lebih tinggi dari posisi jantung.
- Terkilir (Sprain): Cedera ini terjadi akibat peregangan atau robekan pada ligamen (jaringan ikat yang menghubungkan antar tulang)
. Biasanya terjadi karena gerakan tiba-tiba atau posisi kaki/tangan yang salah saat mendarat - Kram Otot: Kontraksi keras pada otot yang terjadi secara mendadak dan tidak disengaja
. Biasanya disebabkan oleh kelelahan otot, kurangnya pemanasan, atau dehidrasi . - Memar: Pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit akibat benturan benda tumpul atau benturan antar pemain
. Tandanya adalah munculnya warna kebiruan atau keunguan pada kulit yang disertai nyeri.







