Langsung ke konten utama

ERLING HAALAND DAN WARISAN STRIKER KIDAL


Erling Haaland sukses mencetak 2 gol dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions saat melawan Paris Saint-Germain pada 19/02/2020.

Keberhasilan ini semakin memantapkan Haaland sebagai stiker muda yang haus gol dengan kemampuannya yang luar biasa. Setidaknya hal tersebut yang dilontarkan seniornya, Robin van Persie dalam wawancaranya dengan SPORTbible.

Dikutip dari Ligaolahraga.com, mantan pemain Arsenal dan Manchester United tersebut memberikan pujian kepada Erling Haaland atas pencapaiaanya yang fenomenal.

“Ya, tidak bisa dipercaya. Saya pikir saya tidak pernah melihat seorang pemain muda mencapai statistik seperti itu” kata van Persie.

Selanjutnya pemain yang telah pensiun pada Mei 2019 tersebut mengatakan bahwa hal ini adalah awal yang baik untuk seorang pemain sepakbola dalam mencapai karir terbaiknya.

 “Sekarang di Dortmund dia memecahkan semua rekor, dia terus mencetak skor. Tiga laga pertama dia masuk 2 kali, hanya bermain selama 1 jam, mencetak 5 gol. Itu gila, statistik gila. Pemain yang tidak bisa dipercaya. Awal yang sangat bagus dalam karirnya”.

Pemain yang akan genap berusia 20 tahun pada Juli nanti merupakan pemain asal Norwegia. Memiliki nama lengkap Erling Braut Haaland merupakan anak dari Alf-Inge Haaland yang merupakan mantan pemain Nottingham Forest, Leeds United dan Manchester City di era 90-an.

Pemain yang khas dengan selebrasi ala meditasi pada setiap perayaan golnya ini merupakan pemain dengan kaki kiri. Seolah ada koneksi antara Robin van Persie yang merupakan pemain dengan posisi yang sama dengan Erling Haaland. Sama-sama menggunakan kaki kiri sebagai senjata utamanya dalam bermain sepakbola menjadikan kedua pemain ini menjadi sangat unik dan mudah diingat oleh pecinta sepakbola.

Tidak sedikit pemain yang menggunakan kaki kiri dalam sepakbola. Namun, memiliki anugerah dengan kemampuan menggunakan tubuh bagian kiri tersebut merupakan sebuah keistimewaan. Terlebih dengan kemampuan luar biasa membobol gawang lawan membuat pemain berkaki kidal menjadi sangat berbahaya dan selalu diwaspadai lawan.


Orang dengan kemampuan left-handed atau kidal memiliki keunikan yang menarik. Diikutip dari IDN Times, bahwa orang yang tertangan kiri merupakan seorang yang ahli dalam bidang olahraga. Juara golf dunia seperti Phil Mickelso, Rafael Nadal (Tenis), Hoya (Tinju) ataupun Lionel Messi dalam dunia sepakbola adalah seorang kidal.

Masih dikutip dari IDN Times, menurut MSNBC, sebuah televise berita Amerika, dalam review tentang buku berjudul The Puzzle of left-handedness oleh Rik Smits, mereka yang bertangan kidal memilki keuntungan dalam permainan yang melibatkan dua orang seperti tenis dan tinju.

Hal ini karena meraka memiliki kesempatan lebih banyak berlatih melawan mereka yang bertangan kanan. Sedangkan sang lawan lebih sulit menebak mereka yang bertangan kidal.

Leonel Messi menjadi satu di antara ratusan pemain sepakbola berkaki kidal di dunia yang berhasil menjadi yang terbaik setidaknya dalam 10 tahun terakhir. Pencapaian luar biasa ini menjadikan La Pulga, julukan Messi memperoleh enam trofi ballon d’Or atau atau yang terbanyak di dunia hingga saat ini.

Sangat menarik tentunya jika membahas pemain berkaki kidal khusunya yang berposisi murni sebagai striker. Dengan kunikan dan ke-khas-an yang dimiliki menjadikan pemain berkaki kidal menarik untuk dibicarakan.

Pemain sepakbola berkaki kidal yang berposisi menjadi striker memang jarang ditemukan atau banyak namun hanya beberapa nama yang mampu muncul ke permukaan. Skil, olah bola dan ketenagan dalam membobol gawang lawan menjadi suatu hal yang sangat penting yang harus dikuasai seorang striker.

Kita tentu ingat dengan nama Miguel Perez Cuesta atau yang sering disapa Michu. Michu menarik perhatian fans Liga Inggris yang kala itu ia bermain untuk Swansea City di musim 2012/2013. Ketajamannya mengoyak gawang lawan menjadikannya striker menakutkan lengkap dengan selebrasinya ala Luca Toni yang memutar-mutarkan tangannya di samping telinga.

Sayang, pada musim-musim berikutnya Michu tidak bisa bermain konsisten. Pada 2014 ia dipinjamkan ke Napoli namun hanya selang beberapa musim ia tak kunjung menampilkan performa terbaiknya lagi.

Kemudian Romelu Lukaku, pemain asal Belgia yang di beli Chelsea pada 2011 namun besar sebagai pemain pinjaman di West Bromwich Albion dan Everton ini merupakan pemain yang tak diragukan lagi ketajamannya.

Pada musim 2014-2017 bermain untuk everton dan mencetak 53 gol dalam 110 pertandingan dan semusim berselang ia dibeli Manchester United. Namun hanya berselang dua musim berseragam setan merah, Lukaku dipinjamkan ke Inter Milan pada musim 2019/2020.

Erling Haaland muncul seolah dunia sepakbola tak pernah kehabisan striker kidal dengan kemampuan yang luar biasa. Awal kemunculannya bermula pada saat ia berseragam RB Salzburg. Penampilan luar biasa ia tunjukan kala berseragam Salzburg dalam babak grup Liga Champions 2019-2020.

Pada saat jendela transfer bulan Januari dibuka, berbagai klub besar eropa berlomba mendapatkan tanda tangannya. Machester United yang dikabarkan sangat berhasrat mendapatkan Haaland justru harus menepuk jidat. Hal itu dikarenakan Haaland lebih memilih bermain di Bundesliga bersama Borussia Dortmund.

Di Dortmund dia mengenakan jersey dengan nomor punggung 17. Debut fenomenal pun ditunjukan pemain 19 tahun tersebut. Hattrick berhasil ia lesakan ke gawang Augsburg dalam lanjutan Bundesliga. Hal yang paling mengesankan adalah dia mampu mencetak hattrick sebagai pemain pengganti di babak kedua dan sukses membawa Dortmund mengalakan Augsburg dengan skor 5-3.

Haaland sejauh ini mampu menunjukan penampilan yang konsisten dan dengan usia yang masih sangat muda bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan ia sudah mampu disejajarkan dengan pemain-pemain top dunia.

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Materi PJOK Kelas 6 Persiapan ASAJ Tahun 2026

Halo anak-anak hebat siswa dan siswa SDN 1 Cepedak. Kalian sedang masuk dalam situs PJOK SDN 1 Cepedak. Materi ini di susun oleh Pak Isnan Shaffan Firdaus. Dalam situs ini kalian akan mempelajari materi PJOK untuk persiapan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang tahun 2026. Kali ini Pak Guru akan memberikan rangkuman materi yang kemungkinan akan muncul dalam soal PJOK ASAJ besok. Jadi, Pak Guru harap kalian bisa membaca dengan seksama agar bisa memahami materi yang Pak Guru berikan. Semangat anak-anak! 1. Aktivitas Gerak Dominan Senam Lantai Pola gerak dominan adalah dasar-dasar gerakan yang mendasari semua keterampilan senam lantai. Gerakan-gerakan ini menjadi pondasi bagi siswa untuk melakukan aktivitas senam yang lebih kompleks secara aman dan terkontrol. Beberapa contoh gerak dominan meliputi bertumpu, keseimbangan, berpindah, mendarat, ayunan, tolakan, dan putaran. Senam lantai adalah gerakan senam yang dilakukan di atas matras. Gerakan-gerakan ini sangat mengandalkan keseimbangan, kekuata...

Wallpaper Gratis Indonesian Football Culture 01

Kembali lagi dengan edisi wallpaper mobile phone untuk pecinta sepak bola. Edisi kali ini, ISFT mengusung tema Indonesia Football Culture, di mana seluruh wallpaper yang dibagikan terinspirasi dari tim sepak bola Indonesia. Tidak hanya tim besar yang berlaga di kasta tertinggi, namun juga ISFT menampilan wallpaper dari tim sepakbola kecil yang ada di penjuru Nusantara. Untuk edisi kali ini ada tim sepak bola kebanggaan Banjarnegara, yaitu Persibara Banjarnegara. Rencananya, pada setiap edisinya, ISFT Football Culture akan selalu menampilkan tim-tim non liga yang juga memiliki basis suporter yang loyal dan memiliki ciri khas tersendiri yang tentunya sangat menarik untuk dinikmati dan diimplementasikan melalui karya visual. Terdapat pula 5 tim kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang saat ini berlaga di Liga 1. Tim tersebut antara lain, Bali United, Borneo FC, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta. Kelima tim tersebut masing-masing tentu syarat akan buda...

Patrich Wanggai dan Perjuangan Semu Melawan Rasisme

  Pertandingan Piala Menpora antara PSM Makassar melawan Persija Jakarta (22/03/2021) meninggalkan cerita pahit tentang rasisme. Yaitu Patrich Wanggai yang menjadi korban tindakan berbau rasis melalui media sosial. Rasisme tidak akan pernah berakhir selama manusia ada di muka bumi. Seperti itulah mungkin ungkapan yang paling pas untuk berbagai kasus dan kejadian rasisme belakangan ini. Terakhir ada nama Patrich Wanggai (32), pemain sepak bola kelahiran Nabire, Papua yang menjadi satu dari sekian korban tindakan rasis di Indonesia. Tindakan rasis atau membeda-bedakan satu golongan lebih baik dari golongan lain adalah sebuah larangan yang harus dipatuhi oleh setiap insan manusia. Demi kebaikan dan kenyamanan sesama makhluk hidup yang saling membutuhkan satu sama lain, tindakan rasis seharusnya tidak ada di muka bumi ini. Sayangnya, otak manusia tidak pernah puas dengan dirinya sendiri. Kekuatan yang tidak sama dan perbedaan menjadi jurang pemisah sehingga menjadi percikan lahir...