Langsung ke konten utama

ASIAN GAMES 2018 : Ajang pembuktian Garuda Muda di Tangan Luis Milla




Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi tantangan sesungguhnya pada Asian Games 2018 cabang sepakbola. Skuat asuhan Coach Luis Milla ini akan menghadapi tantangan pertama menghadapi China Taipei (12/8/2018) di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi.


Ini akan menjadi ajang pembuktian bagi Timnas Indonesia U-23 setelah melakukan serangkaian uji coba dan training center selama kurang lebih satu setangah tahun. Terhitung sejak Luis Milla meneken kontrak dengan PSSI  Januari 2017 tahun lalu.

Dalam Asian Games tahun ini tentu publik tanah air menginginkan prestasi yang lebih baik dari Asian Games edisi sebelumnya. Dimana pada tahun 2014 Asian Games dilaksanakan di Korean Selatan, Indonesia hanya mampu menembus babak 16 besar.

Begitupun dengan target yang diberikan oleh PSSI dan pemerintah untuk Asian Games tahun ini, yaitu masuk empat besar atau semi final.

Tentunya ini merupakan sebuah target yang tidak mudah untuk dicapai. Namun bukan tidak mungkin Indonesia mampu mengahadapi segala tekanan yang ada dan mampu mencapai target tersebut atau bahkkan bisa meraih gelar juara.

Oleh karena itu, pada pertandingan pertama sore nanti melawan China Taipei, Indonesia diharapkan dapat memetik poin penuh guna memperlancar perjalanan Indonesia untuk lolos dari grup A.

Dalam grup A sendiri, selain China Taipei, ada juga Palestina, Hongkong dan Laos yang akan menjadi lawan kali ini. Nama terkahir yaitu Laos merupakan lawan yang sering bertemu dengan Indonesia, sehingga Luis Milla sendiri sudah mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk melawan Laos.

Namun, dengan adanya Palestina, Hongkong dan China Taipei akan menjadi sulit dikarenakan Indonesia jarang bertemu dengan tim tersebut.

Dengan segala persiapan dan latihan yang sudah dilakukan secara matang, diharapkan Indonesia mampu menghadapi tantangan tersebut. Luis Milla pun sudah memillih 20 pemain terbaik yang akan bahu membahu di Asian Games 2018.

Berikut 20 nama pemain Indonesia U-23 untuk Asian Games 2018:
  • ·         Penjaga Gawang

o   Awan Setho, Bhayangkara FC
o   Andritany Ardhiyasa, Persija
  • ·         Bek

o   Hansamu Yama, Barito Putra
o   Gavin Kwan Adsit, Barito Putra
o   Ricky Fajrin, Bali United
o   Rezaldi Hehanusa, Persija
o   Andy Setyo, PS Tira
o   Bagas Adi, Arema FC
  • ·         Tengah

o   Saddil Ramdani, Persela
o   M. Hargianto, Bhayangkara FC
o   Evan Dimas, Selangor FA
o   Febri Haryadi, Persib
o   Stefano Lilipaly, Bali United
o   Hanif Sjahbandi, Arema FC
o   Irfan Jaya, Persebaya
o   Zulfiandi, Sriwijaya FC
o   Ilham Udin, Selangor FA
o   Septian David, Mitra Kukar
  • ·         Depan

o   Alberto Goncalves, Sriwijaya FC

Melihat dari 20 nama di atas, ada tiga nama pemian senior, yaitu Andritany, Stefano Lilipaly dan Alberto Goncalves yang merupakan satu-satunya penyerang murni. Sebenarnya ada nama Ezra Walian, namun Ia tidak bisa mengikuti Asian Games dikarenakan tidak diizinkan oleh klub barunya RKC Waalwijk.


Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Materi PJOK Kelas 6 Persiapan ASAJ Tahun 2026

Halo anak-anak hebat siswa dan siswa SDN 1 Cepedak. Kalian sedang masuk dalam situs PJOK SDN 1 Cepedak. Materi ini di susun oleh Pak Isnan Shaffan Firdaus. Dalam situs ini kalian akan mempelajari materi PJOK untuk persiapan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang tahun 2026. Kali ini Pak Guru akan memberikan rangkuman materi yang kemungkinan akan muncul dalam soal PJOK ASAJ besok. Jadi, Pak Guru harap kalian bisa membaca dengan seksama agar bisa memahami materi yang Pak Guru berikan. Semangat anak-anak! 1. Aktivitas Gerak Dominan Senam Lantai Pola gerak dominan adalah dasar-dasar gerakan yang mendasari semua keterampilan senam lantai. Gerakan-gerakan ini menjadi pondasi bagi siswa untuk melakukan aktivitas senam yang lebih kompleks secara aman dan terkontrol. Beberapa contoh gerak dominan meliputi bertumpu, keseimbangan, berpindah, mendarat, ayunan, tolakan, dan putaran. Senam lantai adalah gerakan senam yang dilakukan di atas matras. Gerakan-gerakan ini sangat mengandalkan keseimbangan, kekuata...

Wallpaper Gratis Indonesian Football Culture 01

Kembali lagi dengan edisi wallpaper mobile phone untuk pecinta sepak bola. Edisi kali ini, ISFT mengusung tema Indonesia Football Culture, di mana seluruh wallpaper yang dibagikan terinspirasi dari tim sepak bola Indonesia. Tidak hanya tim besar yang berlaga di kasta tertinggi, namun juga ISFT menampilan wallpaper dari tim sepakbola kecil yang ada di penjuru Nusantara. Untuk edisi kali ini ada tim sepak bola kebanggaan Banjarnegara, yaitu Persibara Banjarnegara. Rencananya, pada setiap edisinya, ISFT Football Culture akan selalu menampilkan tim-tim non liga yang juga memiliki basis suporter yang loyal dan memiliki ciri khas tersendiri yang tentunya sangat menarik untuk dinikmati dan diimplementasikan melalui karya visual. Terdapat pula 5 tim kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang saat ini berlaga di Liga 1. Tim tersebut antara lain, Bali United, Borneo FC, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta. Kelima tim tersebut masing-masing tentu syarat akan buda...

Patrich Wanggai dan Perjuangan Semu Melawan Rasisme

  Pertandingan Piala Menpora antara PSM Makassar melawan Persija Jakarta (22/03/2021) meninggalkan cerita pahit tentang rasisme. Yaitu Patrich Wanggai yang menjadi korban tindakan berbau rasis melalui media sosial. Rasisme tidak akan pernah berakhir selama manusia ada di muka bumi. Seperti itulah mungkin ungkapan yang paling pas untuk berbagai kasus dan kejadian rasisme belakangan ini. Terakhir ada nama Patrich Wanggai (32), pemain sepak bola kelahiran Nabire, Papua yang menjadi satu dari sekian korban tindakan rasis di Indonesia. Tindakan rasis atau membeda-bedakan satu golongan lebih baik dari golongan lain adalah sebuah larangan yang harus dipatuhi oleh setiap insan manusia. Demi kebaikan dan kenyamanan sesama makhluk hidup yang saling membutuhkan satu sama lain, tindakan rasis seharusnya tidak ada di muka bumi ini. Sayangnya, otak manusia tidak pernah puas dengan dirinya sendiri. Kekuatan yang tidak sama dan perbedaan menjadi jurang pemisah sehingga menjadi percikan lahir...