UEFA Nations League : Mengenal UEFA Nations League, Terobosan Baru Kompetisi antar Negara Benua Biru
Akhir-akhir ini
pecinta sepakbola di dunia di sajikan pertandingan berkelas antar negara Eropa.
Pertandingan-pertandingan tersebut bukan hanya sebuah pertandingan persahabatan
biasa. Pertandingan tersebut adalah sebuah turnamen resmi yang dibuat oleh UEFA
yang bernama UEFA Nations League.
Sebagian dari
temen-temen pasti ada yang belum mengetahui mengenai UEFA Nation League, dan
masih bertanya-tanya, apa sih sebenarnya UEFA Nations League itu.
Memang dalam
perkembangan sepakbola modern, Eropa adalah pusat sepakbola di dunia. Yang mana,
banyak dari para pemain sepakbola bermimpi untuk bisa bermain di klub raksasa Eropa
seperti Arsenal, Manchaster United, Barcelona, Real Madrid dan lain sebagainya.
Dengan adanya
klub-klub besar yang ada di Eropa tentunya akan berdampak pada perkembangan
liga dan imbasnya pun langsung dirasakan oleh tim nasional di benua Eropa tersebut.
Tentunya didukung dengan liga yang baik maka tim nasional di negara Eropa pun
akan baik pula.
Seperti yang
sudah kita ketahui bersama bahwa lima liga top dunia berada di Eropa, yang mana
ada Inggris, Spanyol, Italia, Jeman dan Prancis.
Dari hal itu akan
muncul persaingan dan mencari siapa yang terbaik di daratan Benua Biru. Karena terlihat
saat ini semua tim nasional yang berada di Eropa hampir memiliki kekuatan yang hampir
merata.
Dengan persaingan
tersebut maka UEFA yang merupakan otoritas sepakbola tertinggi di Eropa meluncurkan
kompetisi resmi antarnegara Eropa yang bernama UEFA Nations League.
Kompetisi ini
dibuat dengan tujuan untuk menggantikan ujicoba internasional, sehingga setiap
negara bisa melakoni pertandingan kompetitif sebagai persiapan menjelang Piala Eropa
atau Piala Dunia.
APA ITU UEFA
NATIONS LEAGUE ?
Liga Negara UEFA
atau UEFA Nations League adalah sebuah kompetisi liga untuk 55 negara Eropa anggota
UEFA. Liga ini akan terdiri dari empat divisi yang ditentukan berdasarkan
peringkat koefisien UEFA. Pada Oktober 2017, UEFA telah mengumumkan para
peserta dari keempat divisi ini.
Tim-tim besar Eropa
seperti Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, Portugal, Belgia, dan Inggris berada
di liga A yang terdiri dari 12 negara dengan peringkat koefisien UEFA
tertinggi. Selain negara besar di atas Islandia yang beberapa tahun belakangan
ini mulai menyita perhatian pun masuk dalam divisi ini. Begitu juga dengan Belanda
yang beberapa tahun belakangan performanya berbading terbalik dengan Islandia
juga masih masuk di divisi ini, mana nih yang ngaku fans nya Netherlands ?
Di bawahnya terdapat
Liga B yang juga terdiri dari 12 negara dan berisikan tim-tim kelas dua Eropa seperti
Wales, Rusia, Swedia, dan Republik Irlandia. Adapun Liga C berisikan 15 negara dengan
peringkat lebih rendah lagi, diantarnya Skotlandia, Yunani, Serbia, dan
Hongaria.
Terakhir adalah
Liga D yang merupakan liga terbawah berisikan 16 negara. Tim-tim seperti
Kepulauan Faroe, Andora, San Marino, hingga dua negara baru UEFA, Gibraltar dan
Kosovo masuk dalam Liga D.
Dari keempat liga
tersebut (Liga A, B, C dan D) di dalamnya dibagi menjadi masing-masing empat
grup. Tiap grup di Liga A dan Liga B berisikan tiga tim. Grup di Liga C
berisikan tiga sampai empat tim. Adapun grup di Liga D memiliki empat tim tiap
grup.
Lebih jelasnya
simak gambar di bawah ini,
SISTEM FINAL FOUR
& PROMOSI DEGRADASI
Fase grup akan dimainkan
dengan format kandang-tandang di jeda internasional pada September, Oktober,
dan November 2018. Setelah fase grup berlalu, khusus di Liga A akan di gelar
fase gugur ( Final Four) yang diambil dari empat juara grup.
Artinya, bakal
ada partai semi-final, final dan perebutan tempat ketiga pada Juni 2019 yang
dimainkan dalam format satu leg di tempat yang netral. Tentu juara UEFA Nations
League adalah pemenang pada partai pamungkas.
Untuk negara-negara
lain yang tidak terlibat dalam “Final Four” di atas, nasib mereka ditentukan
oleh sistem promosi dan degradasi. Tim-tim yang berada di urutan akhir dalam
grup di Liga A, B, dan C akan bakal turun kasta ke liga di bawahnya. Adapun juara
grup di Liga B, C dan D akan promosi ke liga atasnya.
PENGARUH TERHADAP
KUALIFIKASI PIALA Eropa 2020
Format UEFA
Nations League memberi pengaruh terhadap tim yang bakal berkompetisi pada piala
Eropa 2020.
Akan ada lima
grup yang terdiri dari lima tim dan lima grup yang diisi enam tim. Juara grup
dan runner-up dari masing-masing grup itu akan lolos otomatis ke putaran final
Piala Eropa 2020 yang berlangsung pada bulan Juni.
Empat jatah
tersisa untuk Piala Eropa 2020 akan dialokasikan untuk pemenang pertandingan
play-off yang akan berlangsung pada bulan Maret 2020. Akan ada 16 tim yang akan
mengambil bagian dalam play-off itu yang terbagi dalam empat grup,
masing-masing terdiri dari empat tim.
Masing-masing empat
tim itu terdiri dari juara rup tiap divisi liga UEFA Nations League. Setiap juara
grup akan lolos ke putaran final Piala Eropa 2020.
Jika ada pemenang
yang memenuhi syarat bia kualifikasi Eropa, posisi play-off akan dialokasikan
untuk tim terbaik berikutnya dan peringkat dari liga yang bersangkutan.
Dengan diadakannya
turnamen ini tentu akan memperketat persaingan antarnegara di Eropa yang memang
pada dasarnya selalu menampilkan permainan kelas tinggi.
Tak jarang pula,
turnamen seperti ini juga dimanfaatkan oleh sebagian tim untuk membentuk
kekuatan baru di Eropa. Misalnya saja Belanda yang mana dalam empat tahun terakhir
kurang mampu menunjukkan kekuatan terbaiknya. Di turnamen ini juga dapat
manfaatkan Ronald Koeman selaku pelatih untuk memperbaik performa tim dan
menelurkan bakat-bakat muda Belanda.
Juga jangan
remehkan tim-tim yang berada di liga bawah, bisa saja dengan diadakannya turnamen
ini dalam beberapa tahun kedepan akan ada negara dengan kekuatan baru yang
pastinya akan menambah semarak perhelatan ini.
Namun, di sisi lain
dengan adanya UEFA Nations League juga dapat berdampak negatif, seperti
terhadap pemain dan klub yang bersangkutan.
Untuk pemain
mungkin hal yang paling dikhwatirkan adalah kondisi dan cedera yang dapat mengampiri
kapan saja. Tentu setiap pemain akan habis-habis dalam setiap pertandingan yang
mana akan mengakibatkan resiko cedera sangat tinggi.
Hal tersebut juga
akan berdampak langsung terhadap klub yang di bela si pemain. Tentunya jika
pemain tersebut merupakan pemain penting di klubnya, akan berdampak buruk
dengan performa tim di liga.
Namun inilah
sepakbola dengan segala drama apapun yang bisa terjadi. Justru hal-hal kecil
tersebut akan menambah menarik dan memiliki cerita tersendiri pada setiap
pertandingan yang di gelar.
Referensi :
http://www.goal.com/id/berita/yang-perlu-anda-ketahui-tentang-uefa-nations-league/6ot49fxqlwyy18cbztm5dowbp
https://bola.kompas.com/read/2017/01/27/06510048/mari.mengenal.uefa.nations.league.kompetisi.baru.di.eropa.?page=2
Foto : google.com




